Halo, Travellers! Tidak terasa ya, sebentar lagi kita akan menyambut Imlek 2026, momen libur panjang yang selalu terasa pas untuk berhenti sejenak dari rutinitas harian. Banyak orang mulai merencanakan liburan Imlek Magelang yang lebih tenang dan bermakna, jauh dari hiruk-pikuk kota besar. Beberapa waktu lalu, aku pun sempat berpikir, destinasi mana yang mampu menghadirkan perpaduan ideal antara ketenangan alam, kekayaan budaya, dan pengalaman kuliner yang berkesan. Dari semua pilihan yang ada, kawasan Borobudur selalu terasa paling pas sebagai tujuan wisata Borobudur saat Imlek.
Mungkin sebagian Travellers masih mengira perjalanan ke Borobudur hanya sebatas mengunjungi candinya saja. Padahal, ketika datang bertepatan dengan Imlek atau menjelang Cap Go Meh, kawasan ini justru menawarkan atmosfer yang lebih hidup dan penuh warna. Tradisi Tionghoa yang hadir di ruang-ruang kota Magelang berpadu harmonis dengan budaya Jawa yang kental, menciptakan pengalaman liburan yang berbeda. Lewat artikel ini, aku ingin berbagi cerita sekaligus itinerary Borobudur yang santai dan realistis, sebagai referensi untuk menikmati libur Imlek 2026 dengan lebih pelan, hangat, dan berkesan.
Baca juga : Sarapan Sehat, Kunci Awal Hidup yang Lebih Produktif!
Semarak Cap Go Meh di Jantung Kota Magelang

Salah satu alasan kenapa aku sering menyarankan Travellers datang ke Magelang saat musim Imlek adalah karena kekayaan wisata budaya Jawa Tengah yang terasa sangat hidup pada momen ini. Tradisi Cap Go Meh di Magelang bukan sekadar perayaan, melainkan sudah berkembang menjadi salah satu tempat wisata Imlek paling menarik di kawasan ini. Biasanya, puncak keramaian berpusat di Klenteng Liong Hok Bio yang terletak tepat di area Alun-alun Kota Magelang, di mana kawasan sekitarnya berubah menjadi ruang pertemuan budaya yang semarak.
Beragam atraksi khas Tionghoa seperti arak-arakan patung dewa (Kiem Sin), tarian naga (Liong), dan barongsai akan berkeliling jalan utama kota. Yang paling aku suka, suasana ini tidak eksklusif hanya untuk umat yang merayakan secara religius, melainkan sudah menjadi pesta rakyat yang ramah untuk siapa saja. Inilah yang membuat Magelang cocok sebagai destinasi perjalanan Imlek keluarga—anak-anak bisa menikmati warna-warni kostum barongsai, sementara orang tua dapat merasakan atmosfer toleransi dan kebersamaan yang hangat. Selain menyenangkan, momen ini juga sangat fotogenik, menjadikannya pengalaman wisata budaya yang berkesan dan layak diabadikan.
Mengejar Semburat Pagi: Pilihan Spot Sunrise Selain Candi

Banyak yang bertanya, kalau tidak naik ke area Candi Borobudur saat subuh, di mana lagi tempat melihat matahari terbit yang oke? Tenang saja, Magelang punya banyak “harta karun” perbukitan yang pemandangannya tidak kalah cantik—bahkan terasa lebih magis karena siluet Borobudur bisa terlihat dari kejauhan, seolah muncul perlahan dari lautan kabut.
Pilihan pertama yang paling santai dan nyaman adalah Kedai Bukit Rhema, atau yang lebih dikenal dengan nama Gereja Ayam. Dari titik ini, Travellers bisa menikmati pemandangan 360 derajat perbukitan Menoreh tanpa perlu trekking berat. Sambil menunggu matahari muncul, kalian bisa duduk manis ditemani secangkir kopi hangat atau singkong goreng khas mereka. Suasananya tenang, damai, dan sangat cocok untuk menikmati pagi Imlek dengan ritme yang lebih pelan.
Setelah itu, ada Punthuk Setumbu, spot klasik yang pesonanya seakan tidak pernah pudar. Untuk mencapai puncaknya memang dibutuhkan sedikit jalan kaki menanjak, tetapi begitu sampai, rasa lelah langsung terbayar. Dari sini, Travellers bisa melihat siluet Borobudur berpadu dengan Gunung Merapi atau Merbabu di kejauhan, ditemani udara pagi yang sejuk dan menyegarkan.
Terakhir, bagi Travellers yang menginginkan pengalaman sunrise yang lebih eksklusif dan privat, Enam Langit by Plataran layak masuk daftar. Lokasinya berada di ketinggian ekstrem, membuat kita benar-benar merasa sedang berada di atas awan. Saat cuaca cerah, enam gunung—Merapi, Merbabu, Telomoyo, Andong, Ungaran, dan Sumbing—bisa terlihat jelas, menciptakan panorama pagi yang sulit dilupakan.
Mencicipi Kuliner dengan Sentuhan Budaya

Liburan tentu belum lengkap tanpa urusan perut. Karena konteksnya liburan Imlek, aku mencari beberapa tempat makan yang punya vibes yang pas—baik dari segi suasana, sejarah, maupun menu yang disajikan. Magelang sendiri punya sejarah panjang akulturasi budaya, termasuk pengaruh Tionghoa, yang membuat pengalaman kulinernya terasa lebih kaya dan berlapis.
Pilihan pertama yang paling aku rekomendasikan adalah Kedai Bukit Rhema. Bukan hanya karena lokasinya yang berada di kawasan perbukitan Menoreh, tapi juga karena pengalaman makannya yang menyatu dengan alam. Area resto di sini menawarkan pemandangan hijau yang luas dan menenangkan. Menikmati nasi goreng atau bakmi hangat sambil memandang hamparan hutan di bawah terasa seperti kemewahan sederhana yang sulit dicari di kota besar—sangat cocok untuk suasana Imlek yang reflektif dan penuh syukur.
Setelah itu, Travellers bisa melanjutkan eksplorasi kuliner ke RM Laras Hati. Restoran ini menempati bangunan kuno yang terawat dengan sangat baik. Begitu masuk, interior bergaya kolonial-retro langsung memberi kesan elegan namun tetap hangat. Pilihan menunya beragam, mulai dari masakan Jawa otentik hingga hidangan yang cocok disantap bersama keluarga besar, menjadikannya tempat ideal untuk makan siang atau makan malam saat perayaan Imlek.
Pilihan lainnya adalah RM Pancoran, restoran legendaris yang sudah lama menjadi bagian dari sejarah kuliner Magelang. Tempat ini dikenal sebagai penyaji masakan peranakan dan menu khas Magelang dengan cita rasa yang konsisten sejak dulu. Suasananya sederhana, tetapi rasa makanannya punya kedalaman yang hanya bisa lahir dari resep turun-temurun. Makan di sini rasanya seperti diajak menengok kembali memori masa lalu Magelang.
Panduan Itinerary Satu Hari di Borobudur Saat Imlek
Agar liburan Travellers efektif dan tidak banyak waktu terbuang di jalan, aku buatkan contoh rencana perjalanan satu hari yang santai namun tetap berkesan:
- 04.30 – 06.30: Mulai hari dengan mengejar sunrise. Aku sarankan menuju Kedai Bukit Rhema. Pastikan pakai jaket karena udara subuh di Magelang cukup menggigit kulit.
- 07.00 – 08.30: Sarapan santai di sekitar perbukitan. Menikmati teh hangat dan camilan tradisional sambil menghirup udara bersih perdesaan.
- 09.00 – 12.00: Menuju kawasan Candi Borobudur. Waktu ini pas untuk eksplorasi area pelataran candi atau naik ke atas candi (jangan lupa reservasi tiket online jauh-jauh hari karena kuota terbatas!). Berjalan di antara stupa-stupa batu akan memberikan rasa tenang yang sulit dijelaskan.
- 12.30 – 14.00: Saatnya makan siang. Untuk merayakan suasana Imlek, langsung arahkan kendaraan menuju RM Laras Hati. Nikmati suasana bangunan tuanya yang syahdu sambil menyantap hidangan lezat.
- 14.30 – 16.00: Jika masih ada energi, Travellers bisa mampir sebentar ke Klenteng Liong Hok Bio di pusat kota untuk sekadar melihat dekorasi lampion yang meriah sebelum kembali ke penginapan atau melanjutkan perjalanan pulang.
Tips Nyaman Menikmati Liburan Imlek di Magelang
Karena Imlek tahun 2026 jatuh di awal tahun, ada beberapa hal yang perlu Travellers perhatikan. Biasanya bulan-bulan tersebut masih masuk musim hujan, jadi selalu sedia payung atau jas hujan di kendaraan. Jangan sampai rencana kalian berantakan karena cuaca.
Selain itu, karena Borobudur adalah destinasi populer, apalagi di hari libur nasional, pastikan kalian sudah memesan akomodasi dan transportasi dari jauh-jauh hari. Untuk kunjungan ke struktur candi, aturan pemerintah sekarang cukup ketat dengan sistem kuota per jam, jadi pastikan cek situs resminya secara berkala ya.
Terakhir, jagalah kebersihan dan kesopanan selama berkunjung, terutama saat berada di area ibadah seperti Klenteng atau Candi. Selamat merencanakan liburan Imlek 2026 kalian ke Magelang, Travellers! Semoga perjalanan nanti membawa keceriaan dan kedamaian buat kalian dan keluarga.



