Belakangan ini, rasanya kepalaku sering penuh dengan tumpukan pekerjaan dan hiruk pikuk suara kendaraan di kota. Kalau sudah begini, biasanya aku langsung mencari alasan untuk sedikit melipir ke arah barat Yogyakarta, tepatnya menuju kawasan Pegunungan Menoreh. Ada sesuatu yang menenangkan setiap kali aku melihat deretan perbukitan hijau yang seolah memagari perbatasan Kulon Progo dan Magelang ini. Hawanya yang sejuk dan aroma tanah basah setelah hujan selalu berhasil membuat perasaan jadi lebih ringan.
Menoreh bukan sekadar deretan bukit biasa bagi aku. Di sini, aku menemukan banyak sudut tersembunyi yang menawarkan kedamaian lewat secangkir kopi dan pemandangan yang memanjakan mata. Bukan cuma soal rasa minumannya saja, tapi suasana yang dibangun oleh alam sekitarnya yang membuat kunjungan ke sini selalu terasa spesial. Kalau Travellers sedang merencanakan pelarian singkat di akhir pekan, aku punya beberapa rekomendasi tempat yang sempat aku datangi dan menurutku punya daya tarik tersendiri untuk dinikmati bersama teman maupun keluarga. Diibawah ini ada 4 rekomendasi destinasi tempat yang wajib banget kamu kunjungi nih! dan pastinya punya banyak spot foto estetik menoreh yang cantik dan ga ngebosenin.
Baca juga: Tempat Outing Edukatif dekat Borobudur: Ide Outing Class yang Nggak Bikin Panitia Pusing
Menikmati Sudut Pandang Berbeda di Tumpeng Menoreh – Pegunungan Menoreh

Tempat pertama yang ingin aku ceritakan adalah Tumpeng Menoreh. Bangunan ini cukup unik karena bentuknya yang heksagonal dan bertingkat-tingkat, mirip dengan bentuk tumpeng jika dilihat dari kejauhan. Waktu pertama kali sampai di sini, aku cukup terkesan dengan bagaimana mereka membangun tempat ini tepat di puncak bukit, sehingga kita bisa melihat pemandangan 360 derajat tanpa terhalang apa pun.
Aku menyarankan Travellers untuk datang agak pagi atau sekalian sore hari. Kalau beruntung dan cuaca sedang cerah, kita bisa melihat hamparan awan yang menyelimuti lembah di bawahnya. Rasanya seperti sedang berada di negeri di atas awan. Di sini, aku biasanya hanya duduk diam sambil menyesap minuman hangat, memperhatikan bagaimana kabut perlahan naik atau matahari mulai turun ke peraduan. Fasilitasnya pun sudah cukup lengkap, dan areanya yang luas membuat kita tidak perlu merasa terlalu berdesakan dengan pengunjung lain meskipun tempat ini cukup populer.
Suasana Hutan Pinus di Menoreh Dreamland dan Dadap Sumilir – Pegunungan Menoreh

Kalau Travellers lebih suka suasana yang sedikit lebih teduh dengan banyak pepohonan, Menoreh Dreamland dan Dadap Sumilir bisa jadi pilihan yang menarik. Terletak tidak jauh dari area utama Menoreh, tempat ini menawarkan sensasi ngopi di tengah hutan pinus. Aku pribadi sang at suka dengan suara angin yang berdesis di antara celah pohon pinus, memberikan efek relaksasi yang instan.
Di Menoreh Dreamland, konsepnya lebih ke arah wisata keluarga yang lengkap. Ada area bermain untuk anak-anak dan banyak spot foto yang tertata rapi tanpa merusak keasrian alamnya. Sementara itu, Dadap Sumilir menawarkan suasana yang sedikit lebih tenang untuk sekadar duduk santai. Yang aku suka dari area ini adalah udaranya yang tetap sejuk meski di siang hari bolong. Ini adalah tempat yang pas kalau Travellers ingin membawa keluarga besar, karena areanya ramah untuk anak-anak dan orang tua. Makanan yang ditawarkan juga cukup beragam, mulai dari camilan ringan hingga makanan berat khas pedesaan.
Kopi Ampirono: Ngopi di Pinggir Sawah dengan Sistem Unik – Pegunungan Menoreh

Beralih ke daerah yang sedikit lebih rendah di kaki bukit, ada satu tempat yang selalu ramai dikunjungi, yaitu Kopi Ampirono. Berbeda dengan spot sebelumnya yang menonjolkan ketinggian, Kopi Ampirono menawarkan pemandangan hamparan sawah hijau yang luas dengan latar belakang Pegunungan Menoreh yang gagah. Atmosfernya sangat kental dengan nuansa Jawa pedesaan, lengkap dengan bangunan joglo yang terbuka.
Ada satu hal penting yang perlu Travellers ketahui sebelum ke sini. Kopi Ampirono menerapkan sistem minimal order. Namun, jangan khawatir karena harga yang ditawarkan masih tergolong terjangkau dan sebanding dengan pengalaman yang didapat. Biasanya, sistemnya adalah prasmanan di mana kita bisa mengambil sendiri nasi megono, sayur lodeh, dan berbagai macam gorengan hangat yang baru saja diangkat dari wajan. Ngopi di sini sambil melihat petani menggarap sawah memberikan perspektif yang berbeda tentang ketenangan. Menurutku, waktu terbaik ke sini adalah saat padi sedang hijau-hijaunya atau saat menjelang panen ketika semuanya berubah menjadi keemasan.
Bukit Rhema: Lebih dari Sekadar Gereja Ayam

Siapa yang tidak tahu dengan Bukit Rhema? Tempat yang sering disebut Gereja Ayam ini memang legendaris, apalagi setelah muncul di film terkenal. Namun, selain nilai sejarah dan arsitekturnya yang unik, Bukit Rhema memiliki kedai kopi di bagian belakangnya yang bernama Kedai Rakyat Wira Wisata. Dari sini, kita bisa melihat pemandangan Candi Borobudur dari kejauhan yang dikelilingi oleh pegunungan.
Ada satu tips dari aku berdasarkan pengalaman pribadi: kalau Travellers punya waktu lebih, cobalah naik ke bagian mahkota bangunan ini saat momen sunrise atau sunset. Cahaya matahari yang memantul di perbukitan Menoreh memberikan gradasi warna yang luar biasa indah. Melihat matahari terbit dari atas mahkota adalah pengalaman yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Setelah puas berfoto dan menikmati pemandangan, kita bisa turun ke kedai untuk menikmati singkong goreng bumbu rempah dan kopi hangat. Kombinasi yang sederhana tapi sangat membekas di ingatan.
Tips Berkunjung Agar Perjalanan Lebih Berkesan
Mengunjungi kawasan pegunungan Menoreh memerlukan sedikit persiapan agar perjalanan Travellers tetap nyaman. Karena lokasinya yang berada di perbukitan, pastikan kendaraan dalam kondisi prima karena jalanan cenderung menanjak dan berkelok. Selain itu, aku selalu menyarankan untuk membawa jaket atau pakaian yang sedikit tebal, terutama jika Travellers berniat menunggu sunset atau datang saat subuh, karena suhu udara bisa turun cukup drastis.
Untuk Travellers yang membawa keluarga, tempat-tempat yang aku sebutkan di atas secara umum sangat ramah untuk semua usia. Namun, tetap perhatikan langkah anak-anak terutama di area Tumpeng Menoreh karena medannya yang bertingkat. Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kebersihan tempat yang kita kunjungi dengan tidak membuang sampah sembarangan, agar keindahan alam Menoreh tetap terjaga untuk orang lain yang ingin berkunjung nanti.
Perjalanan ke Pegunungan Menoreh bagi aku bukan hanya soal mencari foto yang bagus untuk diunggah di media sosial. Ini adalah momen untuk kembali terhubung dengan alam dan menghargai hal-hal kecil yang sering kita lewatkan. Duduk tenang sambil mendengarkan suara alam, menghirup udara bersih, dan berbagi cerita dengan orang-orang tersayang adalah kemewahan yang sebenarnya.
Inspirasi Liburan Akhir Pekan di Menoreh
Menjelajahi keindahan tersembunyi di Pegunungan Menoreh selalu memberikan kesan yang mendalam. Dari puncak Tumpeng Menoreh hingga ketenangan di pinggir sawah Kopi Ampirono, setiap sudutnya memiliki cerita masing-masing. Jika Travellers sedang merasa lelah dengan rutinitas, mungkin ini saatnya untuk mengemasi barang, menyalakan mesin kendaraan, dan membiarkan udara pegunungan membasuh segala penat yang ada. Menoreh selalu punya cara tersendiri untuk menyambut siapa pun yang datang dengan keramahan alamnya.



