HomeBisnis PariwisataMakan Siang Tenang dengan View Sawah di Teras Padi Cafe Tegallalang 2025

Makan Siang Tenang dengan View Sawah di Teras Padi Cafe Tegallalang 2025

Day 9 – Ubud – siang habis Tegallalang Swing, saya akhirnya memutuskan berhenti di Teras Padi Cafe Tegallalang. Badan masih terasa goyang sedikit habis ayunan tinggi, tapi perut mulai protes minta diisi. Di depan mata, deretan meja kayu menghadap langsung ke sawah berundak yang hijau. Saya duduk, pesan makan siang santai, lalu pelan-pelan mengeluarkan kamera—siap hunting foto view sambil menunggu makanan datang.


Kenapa Saya Sengaja Pilih Teras Padi Cafe Tegallalang?

Teras padi cafe Tegallalang
Teras padi cafe Tegallalang

Ubud punya banyak tempat makan, tapi area Tegallalang ini memang spesial karena view rice terrace-nya. Dari jalan utama saja sudah kelihatan undakan sawah yang berlapis-lapis, tapi saya ingin menikmati dari tempat yang lebih tenang.

Teras Padi Cafe ini posisinya menghadap langsung ke lembah sawah. Begitu duduk, pandangan mata seperti ditarik ke hamparan hijau bertingkat, dengan beberapa petani kecil-kecil di kejauhan. Suasananya pas buat kamu yang butuh transisi pelan setelah aktivitas cukup memacu adrenalin di ayunan.

Ekspektasi saya sederhana: makan siang yang enak dimakan saat siang hari, tidak terlalu berat, sambil bisa santai memotret pemandangan. Bukan tipe tempat yang heboh, tapi justru itu yang saya cari di Ubud—pelan, adem, dan ada ruang untuk menarik napas.

Lihat lokasi: Google Maps


Pengalaman Makan: Dari Pesan Sampai Habis Menyapu Piring

Saya datang sekitar pukul 13.00, pas jam ramai tapi masih dapat meja di pinggir balkon. Pelayan langsung datang membawa menu dengan senyum ramah. Pilihan makanannya cukup beragam, ada menu lokal dan internasional, tapi saya tetap condong ke masakan lokal karena terasa lebih nyambung dengan suasana sawah.

Setelah pilih menu dan minuman, proses dari pesan sampai makanan datang kira-kira 10–15 menit. Waktu tunggu ini justru terasa menyenangkan karena bisa dipakai untuk memotret dan sekadar mengamati warna hijau di depan mata. Angin yang lewat membawa aroma tanah dan sedikit wangi tanaman basah, bikin siang yang panas terasa lebih bersahabat.

Saya memesan seporsi nasi dengan lauk khas Bali dan minuman dingin. Nasinya pulen, lauknya tersaji rapi di piring, sambal di sisi piring memberi warna merah kecil yang menggoda. Rasa bumbu di lauk terasa cukup seimbang—gurih tapi tidak berlebihan, sambal memberi sensasi segar, bukan hanya pedas menonjok. Aftertaste-nya bersih, tidak meninggalkan rasa minyak yang mengganggu.

Kombinasi makanan hangat dan minuman dingin di udara Ubud yang cenderung sejuk ini terasa pas. Makan pelan-pelan sambil sesekali berhenti hanya untuk melihat ke arah sawah, rasanya seperti diberi jeda dari ritme perjalanan yang biasanya padat. Anak atau keluarga yang ikut pun masih bisa menikmati tanpa harus kejar-kejaran dengan jadwal tur.


Informasi Praktis: Jam Ramai, Parkir, dan Durasi Nyaman – Teras Padi Cafe Tegallalang

Cafe view sawah
Cafe view sawah

Secara pola kunjungan, Teras Padi Cafe terasa paling ramai di rentang 12.00–15.00. Ini jam makan siang sekaligus jam ketika tamu dari area Ubud mulai mampir setelah eksplorasi Tegallalang Rice Terrace dan swing. Kalau kamu ingin suasana lebih tenang dan bebas pilih tempat duduk, datang sedikit sebelum jam 12 biasanya lebih aman.

Untuk urusan parkir, ini bagian yang perlu kamu perhatikan. Area parkir di sekitar cafe cenderung terbatas. Motor relatif lebih mudah diatur, tapi kalau kamu membawa mobil, perlu sedikit ekstra sabar atau siap jalan beberapa langkah dari titik parkir lain di sepanjang jalan.

Soal “umur” tempat ini, saya tidak mendapatkan informasi spesifik sudah berdiri sejak kapan, jadi saya memilih untuk tidak menebak-nebak. Yang jelas, cafe ini sudah cukup mapan di antara deretan tempat makan view sawah di Tegallalang.

Total waktu yang saya habiskan di sini sekitar 45–60 menit. Itu sudah termasuk pesan, makan pelan-pelan, sesi foto, dan sedikit duduk diam hanya mendengarkan suara alam. Kalau kamu tipe yang suka ngobrol lama, mungkin bisa sampai satu setengah jam tanpa terasa.


Ngobrol Singkat dengan Karyawan: Dari Menu Favorit sampai Reservasi – Teras Padi Cafe Tegallalang

Saya sempat ngobrol ringan dengan salah satu karyawan. Bukan wawancara formal, lebih seperti basa-basi yang pelan-pelan jadi informasi berguna buat kamu yang mau datang.

Beberapa hal yang saya tanyakan dan jawabannya kira-kira seperti ini:

  • Menu lokal favorit tamu: nasi campur dan olahan ayam dengan bumbu Bali, karena paling sering dipesan dan relatif aman di lidah banyak orang.
  • Spot foto yang paling sering diminta: meja di tepi balkon yang menghadap langsung ke tengah sawah; kalau datang agak awal, peluang dapat spot ini lebih besar.
  • Minimum order: tidak ada minimum order kaku, kamu bisa pesan minuman saja dan duduk menikmati pemandangan, selama tidak penuh sesak dan tetap wajar.
  • Reservasi: disarankan untuk rombongan atau keluarga besar, terutama di jam makan siang; untuk couple atau keluarga kecil, biasanya walk-in masih memungkinkan.

Obrolan singkat seperti ini membantu saya memahami karakter tempatnya: santai, tidak terlalu kaku soal aturan, tapi tetap punya ritme karena banyak tamu yang datang dan pergi.


Dibanding Warung Alas Harum, Bedanya di Mana? – Teras Padi Cafe Tegallalang

Alas Harum
Alas Harum

Di kawasan ini, Warung Alas Harum juga cukup dikenal sebagai tempat makan dengan pemandangan sawah. Kalau kamu sempat, dua-duanya sebenarnya bisa jadi opsi bagus, tapi suasana dan “feel”-nya sedikit berbeda.

Warung Alas Harum sering terasa lebih “kompleks wisata” dengan area yang luas dan banyak sudut foto yang tertata. Sementara Teras Padi Cafe terasa lebih seperti cafe yang langsung “nempel” di tebing sawah, dengan fokus utama pada makan dan menikmati view dari meja.

Bukan berarti salah satu lebih baik dari yang lain; keduanya punya kelebihan masing-masing. Kalau kamu mau suasana yang terasa lebih tenang dan intim, Teras Padi Cafe menurut saya lebih cocok. Kalau ingin paket lengkap dengan lebih banyak area jalan-jalan, mungkin kamu akan suka eksplor area sekitar Warung Alas Harum.

Intinya, saya tidak melihat mereka sebagai kompetitor yang saling menjatuhkan, tapi lebih sebagai dua pilihan karakter pengalaman makan di Tegallalang.

Lihat lokasi: Google Maps


Tips Kunjungan: Biar Makan Siangmu Makin Nyaman – Teras Padi Cafe Tegallalang

Supaya pengalaman makan di Teras Padi Cafe Tegallalang berjalan mulus, beberapa tips sederhana ini bisa kamu pakai:

  1. Pilih jam datang yang pas
    Kalau jadwalmu fleksibel, datang sekitar pukul 11.00–11.30 sebelum puncak jam ramai. Kamu punya peluang lebih besar dapat meja favorit, plus cahaya masih bagus untuk foto.
  2. Perhitungkan akses dan parkir
    Karena parkirnya terbatas, khususnya untuk mobil, lebih enak kalau kamu sudah siap turun duluan di dekat cafe, sementara pengemudi mencari spot parkir yang memungkinkan.
  3. Pilih menu yang sesuai kondisi perut
    Setelah main swing dan mungkin naik-turun tangga sawah, perut kadang masih “kaget”. Pilih menu yang tidak terlalu berat kalau kamu tipe yang gampang mual setelah aktivitas tinggi. Menu lokal yang tidak terlalu berminyak biasanya aman.
  4. Bawa kamera atau cukup ponsel, asal baterai aman
    View sawah di sini termasuk yang fotogenik. Baik itu dengan kamera maupun ponsel, pastikan baterai dan memori cukup. Spot terbaik biasanya di kursi balkon dengan garis pandang diagonal ke arah undakan sawah.
  5. Cocok untuk keluarga
    Buat kamu yang datang dengan keluarga, area duduknya cukup nyaman untuk anak. Tetap awasi kalau duduk di pinggir balkon, tapi secara umum suasananya family-friendly dan tidak terlalu bising.
  6. Luangkan waktu benar-benar untuk santai
    Jangan set hanya 15 menit untuk mampir. Minimal siapkan 45–60 menit, supaya kamu bisa makan dengan tempo pelan, menikmati angin, dan benar-benar merasa “beristirahat”, bukan sekadar isi perut.

    Baca Juga : Rekomendasi Wisata Di Magelang

Jadi Layak Gak Nih Buat Masuk Itinerary? – Teras Padi Cafe Tegallalang

Kalau kamu lagi susun itinerary Ubud, menurut saya Teras Padi Cafe ini layak banget dimasukkan. Bukan hanya karena makanannya enak untuk dinikmati saat siang, tapi karena kombinasi tiga hal:

  • View: sawah berundak klasik Tegallalang yang terbentang tepat di depan mata.
  • Santai: suasana yang tidak terlalu formal, cocok untuk jeda di tengah padatnya agenda jalan-jalan.
  • Family-friendly: nyaman untuk keluarga, pasangan, maupun solo traveler yang butuh tempat duduk tenang dengan pemandangan bagus.

Buat saya pribadi, Teras Padi Cafe bukan tipe tempat sekali datang lalu lupa. Ini lebih ke tempat yang akan teringat sebagai “spot makan siang dengan view sawah yang bikin pengin duduk lebih lama sedikit lagi”.

Keep exploring...

Bosan Empal Gentong? Coba Sentosa Seafood Cirebon yang Lezat!

Perjalanan Pulang yang Berkesan: Dari Jogja Menuju CirebonMelakukan perjalanan darat atau road trip dari Yogyakarta menuju Jakarta selalu memberikan cerita tersendiri. Setelah beberapa hari...

Transit Seru di Rest Area Pekalongan: Ngopi Cantik di Starbucks

Perjalanan Panjang dari Jogja Menuju IbukotaMemulai perjalanan jauh dari Yogyakarta menuju Jakarta selalu memberikan sensasi tersendiri. Ada rasa semangat sekaligus sedikit rasa 'gentar' membayangkan...

Places to travel

Gereja Ayam bukit rhema 2024

Gereja Ayam

Bukit Rhema Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
Rp 25.000,-
Wanawatu

Wanawatu

Sumberwatu, Sambirejo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55572
Rp 50K - Rp 150K

Kedai Bukit Rhema

Bukit Rhema Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
Rp 10K - Rp 100K

Related Articles

5 Tempat Makan untuk Buka Puasa dengan Nuansa Alam Di Magelang

Cari tempat makan untuk buka puasa di Borobudur? Ini 5 rekomendasi lokasi dengan pemandangan alam menenangkan untuk menanti Maghrib.

Tempat Outing Edukatif dekat Borobudur: Ide Outing Class yang Nggak Bikin Panitia Pusing

Outing, outing sekolah, outing edukatif, outing di magelang, outing dekat candi borobudur.Joana yakin artikel...

Tempat meeting dekat Candi Borobudur: Review Kedai Bukit Rhema (Joana coba buat tim kecil)

Cari tempat meeting dekat Borobudur yang tetap enak buat makan? Review Kedai Bukit Rhema: suasana lega, cocok tim kecil/rombongan, menu sharing, tips weekday & booking.

Angkringan Lik Man Tugu: Kopi Joss & Nasi Kucing Buat Malam Jogja yang Paling Santai

Day 2 – Jogja – malam selepas Malioboro, saya jalan pelan cari angin sambil...

Kuah Pekat Klasik Pas Buat Makan Siang: Kuliner Nasi Brongkos Handayani Alkid 2025

Nasi Brongkos Handayani Alkid jadi pilihan makan siang di Jogja kuah pekat, gurih, empal mantap, dan tips jam ramai 12.00–14.00 biar nggak kaget antre.

Closing Dinner Keluarga di Kedai Bukit Rhema, Cara Tenang Menutup Hari di Borobudur

Day 4 – Borobudur – dinner penutup trip Joana. Setelah seharian jalan dan foto-foto,...

Makan Siang Asyik Ayam Ingkung: Rekomendasi Lunch Ingkung Ayam Borobudur 2025

Ingkung ayam Borobudur jadi pilihan lunch keluarga yang hangat dan gurih di Day 14 Borobudur, dengan porsi sharing, area parkir, dan tempat makan yang nyaman untuk ramai-ramai.

Smoky Kenyang di Malam Magelang 2025 : Nasi Goreng Magelangan Pak Joko

Nasi goreng magelangan Pak Joko dekat Grand Artos di Magelang ini menawarkan porsi besar, rasa smoky, dan waktu saji cepat pas untuk makan malam praktis bareng keluarga.