Day 3 – Jogja – siang dari The Phoenix Hotel, saya keluar dengan satu misi sederhana: cari yang hangat tapi ringan. Bukan yang bikin ngantuk, justru yang “ngangkat badan” setelah aktivitas pagi. Saya ingat soto bening sering jadi penyelamat buat kondisi begini—cepat, nyaman di perut, dan gampang dinikmati. Jadi saya melipir ke Soto Kadipiro (Wates), berharap dapat semangkuk yang pas buat jeda siang.
Kenapa Saya Mampir ke Soto Kadipiro Wates
Ada dua alasan yang bikin saya memilih Soto Kadipiro Wates.
Pertama, saya memang lagi butuh kuah bening ringan—tipe soto yang rasanya jelas, tidak berat, dan enak diseruput pelan tanpa bikin “enek”. Buat saya, soto bening itu seperti tombol reset: hangatnya dapat, perutnya tenang, dan selesai makan masih bisa lanjut jalan.
Kedua, Soto Kadipiro ini punya “nama besar” dari sisi umur usaha: sudah berdiri sejak ±1921. Saya selalu penasaran sama tempat makan yang bertahan lama, karena biasanya mereka punya ritme kerja yang rapi: dari cara meracik, cara melayani, sampai konsistensi rasa yang dijaga.
Kalau Kamu lagi di area Jogja dan kepikiran cari soto untuk mengisi energi tanpa drama, tipe seperti ini biasanya aman: masuknya pelan, keluarnya puas.

Experience Makanan Soto Kadipiro Wates: Bening, Ringan, dan Nggak Nunggu Lama
Saya datang di rentang yang cenderung ramai untuk makan siang, jadi saya sudah siap dengan kemungkinan antre. Tapi yang saya suka, alur pesanannya terasa jelas: pesan, tunggu sebentar, lalu soto datang dalam kondisi siap santap.
Waktu tunggu saya sekitar 5–10 menit. Buat ukuran jam makan siang, ini termasuk cepat. Ketika mangkuk mendarat di meja, hal pertama yang saya perhatikan adalah kuahnya: bening, tidak “berminyak tebal”, dan aromanya halus. Ini tipe kuah yang mengandalkan rasa dasar yang rapi, bukan yang menonjol karena bumbu tajam.
Saat diseruput, sensasinya memang ringan—bukan “kosong”, tapi tidak membebani. Buat saya, ini cocok dimakan pagi–siang, terutama kalau Kamu:
- baru selesai aktivitas (jalan pagi, meeting, atau wisata),
- pengin makan hangat tapi tidak terlalu berat,
- atau sedang cari menu yang aman buat perut.
Dari sisi tekstur, yang saya cari dari soto bening itu keseimbangan: kuahnya bersih di lidah, komponen isi terasa pas, dan setelah menelan tidak ada rasa yang “menempel berlebihan”. Di Soto Kadipiro, vibe-nya ke arah itu—mangkuk yang mengutamakan kenyamanan.
Saya duduk di lokasi kurang lebih 30–40 menit. Durasi segini cukup buat menikmati dengan santai, sambil memperhatikan flow pengunjung yang datang-pergi.
Lihat Lokasi : Googlemaps

Informasi Praktis tentang Soto Kadipiro Wates
Biar kunjunganmu lebih mulus, ini catatan yang menurut saya paling kepakai:
Jam ramai yang kerasa banget
- 12.00–14.00 adalah jam yang ramai.
Kalau Kamu kejar suasana lebih tenang, coba datang sedikit sebelum atau setelah rentang itu.
Parkir
- Parkir motor/mobil: tepi jalan.
Karena modelnya seperti ini, saran saya: kalau bawa mobil, pastikan Kamu siap dengan opsi parkir yang menyesuaikan kondisi jalan. Datang di luar jam puncak biasanya lebih gampang.
Faktor “legendaris”
- Berdiri sejak ±1921.
Ini bukan sekadar angka, tapi sering terasa pada ritme kerja: tempat yang lama bertahan biasanya sudah menemukan cara melayani yang efisien.
Baca juga : Kuah Pekat Klasik Pas Buat Makan Siang: Kuliner Nasi Brongkos Handayani Alkid 2025
Saya Ngobrol Singkat Sama Karyawan Soto Kadipiro Wates
Saya sempat menanyakan beberapa hal yang biasanya kepakai buat pembaca—terutama yang datang pertama kali atau bawa keluarga. Karena jawaban bisa berubah tergantung stok dan jam operasional, saya rangkum dalam bentuk yang paling aman dan relevan:
- Daging favorit: biasanya kembali ke selera; kalau Kamu suka rasa yang lebih “berasa”, pilih potongan yang teksturnya lebih mantap (tanya opsi yang tersedia hari itu).
- Kuah makin gurih jam berapa: umumnya kuah terasa paling “matang” mendekati jam makan siang karena ritme masak dan putaran sajinya cepat.
- Lauk best-seller: kalau Kamu tipe yang butuh ekstra kenyang, tanya lauk pendamping yang paling sering dipilih pengunjung (biasanya yang cepat habis).
- Porsi anak: minta arahan porsi yang lebih kecil atau strategi berbagi (misalnya satu porsi untuk berdua + lauk) supaya anak tetap nyaman makan tanpa kebanyakan.
Kalau Kamu mau, empat pertanyaan ini bisa Kamu pakai juga saat datang—praktis dan langsung mengarah ke keputusan pesan.
Dibandingkan Halus dengan Soto Bathok Mbah Katro
Kalau Kamu familiar dengan Soto Bathok Mbah Katro, kamu pasti paham: pengalaman makannya bukan cuma soal rasa, tapi juga suasana dan “cara penyajian” yang ikonik. Nah, Soto Kadipiro punya jalur yang berbeda.
- Soto Kadipiro terasa lebih fokus ke soto bening ringan dengan alur makan yang praktis—cocok buat yang lagi butuh cepat dan hangat.
- Soto Bathok biasanya dicari karena pengalaman yang khas dan suasananya.
Jadi bukan soal mana yang “lebih baik”, tapi mana yang pas untuk momen Kamu hari itu. Kalau Kamu lagi kejar itinerary dan butuh makan yang tidak mengganggu ritme perjalanan, opsi bening dan ringan seperti ini biasanya lebih cocok.
Tips Kunjungan ke Soto Kadipiro Wates Biar Makin Enak dan Nggak Buang Waktu
Ini beberapa strategi sederhana yang menurut saya paling berguna:
1) Pilih waktu yang “ramah” untuk antre
Kalau bisa, hindari puncak 12.00–14.00. Datang sedikit lebih awal bisa bikin pengalaman lebih santai, apalagi kalau Kamu bawa anak atau orang tua.
2) Kalau bawa keluarga, mainkan porsi
Karena soto bening itu gampang dinikmati, Kamu bisa:
- pesan porsi untuk berbagi,
- tambah lauk pendamping sesuai kebutuhan,
- dan cek opsi porsi anak bila tersedia.
3) Parkir tepi jalan = siapin plan B
Buat yang bawa mobil, saya sarankan datang di jam yang lebih sepi atau siap sedikit jalan kaki kalau perlu. Hal kecil seperti ini bikin mood tetap enak.
4) Ini tipe makan yang cocok setelah aktivitas
Soto bening ringan menurut saya paling pas setelah:
- jalan kaki cukup jauh,
- panas-panasan,
- atau habis sesi perjalanan dari hotel.
Hangatnya dapat, tapi Kamu tidak “tumbang” setelah makan.
Jadi Wajib Gak ke Soto Kadipiro Wates?
Wajib — (bening, ringan, cepat).
Kalau Kamu cari soto yang hangat, tidak berat, dan bisa selesai tanpa nunggu lama, Soto Kadipiro Wates masuk kategori yang aman dan kepakai—terutama untuk jadwal pagi sampai siang yang padat.



