Menemukan Surga Sate Kambing Muda di Jalur Trans Jawa
Perjalanan darat dari Jakarta menuju Semarang selalu menjadi petualangan yang menyenangkan bagi saya. Kali ini, alasan utama saya menempuh ratusan kilometer adalah karena ada reservasi review hotel di Semarang. Namun, bagi seorang pecinta kuliner, perjalanan ini bukan sekadar berpindah kota, melainkan kesempatan untuk mencicipi kelezatan lokal di sepanjang rute. Setelah melewati kemacetan yang melelahkan di Tol Layang MBZ dan sempat beristirahat sejenak di Rest Area KM 57, perut saya mulai memberikan sinyal lapar yang tidak bisa dikompromi.
Saya memutuskan untuk tidak berhenti di mana pun lagi hingga mencapai wilayah Tegal. Kenapa Tegal? Karena kota ini adalah ibu kota sate kambing dunia bagi lidah saya. Pikiran saya sudah tertuju pada satu nama yang sudah lama masuk dalam daftar wajib kunjung: Sate Kambing Muda Cempe Lemu. Begitu melihat papan petunjuk Keluar Tol Tegal, saya langsung membelokkan kemudi dengan penuh semangat, membayangkan aroma daging kambing bakar yang menggoda selera.

Lokasi Strategis dan Suasana Restoran yang Nyaman
Sate Kambing Muda Cempe Lemu terletak sangat strategis bagi kamu yang sedang melakukan perjalanan jauh. Lokasinya berada tepat di pinggir jalan raya utama dan tidak jauh dari pintu keluar Tol Tegal (Adiwerna). Keunggulan pertama yang saya rasakan adalah area parkirnya yang sangat luas. Sebagai traveler yang sering membawa kendaraan sendiri, parkiran yang lega adalah nilai plus yang besar karena saya tidak perlu pusing mencari tempat berhenti.
Begitu masuk ke dalam resto, kamu akan disambut dengan suasana yang bersih dan tertata rapi. Mereka menyediakan dua pilihan area tempat duduk: area outdoor bagi kamu yang ingin merasakan hembusan angin alami dan suasana jalanan, serta area ber-AC (indoor) yang sangat cocok jika kamu datang di siang bolong saat cuaca Tegal sedang terik-teriknya. Saya memilih area indoor agar bisa menikmati hidangan dengan lebih santai dan sejuk. Desain interiornya sederhana namun hangat, sangat pas untuk tempat berkumpul keluarga besar yang sedang menempuh perjalanan menuju Jawa Tengah.

Keunikan Sate di Atas Hotplate: Tetap Panas Hingga Gigitan Terakhir
Apa yang membuat Sate Kambing Muda Cempe Lemu berbeda dari warung sate lainnya di Tegal? Jawabannya ada pada cara penyajiannya. Jika biasanya sate disajikan di atas piring keramik biasa, di sini mereka menggunakan hotplate besi yang panas. Saat pesanan datang, suara mendesis dari lemak yang mencair dan uap aroma daging yang menyeruak benar-benar membangkitkan nafsu makan. Penggunaan hotplate ini bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan fungsi krusial untuk menjaga suhu daging agar tetap panas dan lemaknya tidak cepat membeku (prengus).
Dalam kunjungan kali ini, saya memesan beberapa menu andalan. Menu utama tentu saja Sate Kambing Daging sebanyak 5 tusuk dan Sate Kambing dengan campuran Lemak sebanyak 5 tusuk. Selain itu, saya juga mencoba Sate Ayam (5 tusuk) untuk variasi rasa, serta semangkuk Tongseng Kambing yang kuahnya terlihat sangat kaya rempah. Menunggu pesanan di sini tidak memakan waktu lama, pelayanan mereka tergolong cepat meskipun resto sedang dalam keadaan cukup ramai oleh pengunjung yang juga baru keluar dari Jalan Tol Trans-Jawa.

Review Rasa: Kelembutan Daging Cempe yang Hakiki
Mari kita bahas satu per satu. Sate Kambing Muda di sini menggunakan daging “Cempe” atau kambing yang masih berusia di bawah lima bulan. Hasilnya? Dagingnya luar biasa empuk! Sate daging murninya sangat juicy, tanpa ada perlawanan saat digigit. Namun, bintang utamanya bagi saya adalah sate dengan campuran lemak. Lemaknya terbakar sempurna di atas hotplate, memberikan sensasi gurih dan lumer di mulut yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Ini adalah tipe sate yang tidak membutuhkan banyak usaha untuk dikunyah.
Bumbu kecapnya juga istimewa. Potongan bawang merah segar, tomat merah, dan ulekan cabai rawit hijau memberikan kombinasi rasa manis, pedas, dan asam yang menyegarkan, menyeimbangkan rasa gurih dari daging kambing. Sementara itu, Sate Ayamnya juga tidak kalah menarik. Potongan daging ayamnya besar-besar dan matang merata, cocok sekali bagi anggota keluarga yang mungkin tidak terlalu menyukai daging kambing. Tongseng Kambingnya menjadi pelengkap sempurna dengan kuah santan yang kental, gurih, dan potongan daging yang melimpah.
Oleh-oleh Khas Tegal dan Rincian Biaya
Setelah puas menyantap hidangan utama, mata saya tertuju pada kasir. Di sana mereka menjual Tahu Aci khas Tegal yang baru saja digoreng. Tidak lengkap rasanya ke Tegal tanpa membawa pulang camilan ikonik ini. Tahu acinya kenyal, gurih, dan masih hangat. Saya membeli beberapa pax untuk dijadikan buah tangan dan camilan selama sisa perjalanan menuju Semarang. Harga tahu aci ini adalah Rp 35.000 per pax, yang isinya cukup banyak dan memuaskan.

Untuk total biaya makan saya kali ini, totalnya mencapai Rp 365.000. Harga ini mencakup semua sate yang saya pesan (kambing dan ayam), tongseng, nasi, minuman, dan pajak. Mengingat kualitas daging kambing muda yang premium, penyajian unik dengan hotplate, serta kenyamanan tempat yang disediakan, saya merasa harga ini sangat sebanding (worth it) dengan pengalaman kuliner yang didapatkan. Perut kenyang, hati senang, dan saya siap melanjutkan sisa perjalanan menuju Semarang dengan energi penuh.

Tips Berkunjung ke Sate Kambing Muda Cempe Lemu
- Waktu Terbaik: Datanglah sebelum jam makan siang atau sedikit setelahnya untuk menghindari antrean panjang, terutama di akhir pekan saat arus mudik atau liburan.
- Pilih Area: Jika kamu membawa anak kecil atau orang tua, area indoor ber-AC sangat direkomendasikan agar mereka bisa beristirahat dengan lebih nyaman.
- Oleh-oleh: Pastikan memesan tahu aci di kasir saat kamu hendak membayar, karena stoknya seringkali cepat habis saking populernya.
- Rute: Gunakan bantuan navigasi digital. Restonya sangat mudah ditemukan setelah keluar dari Gerbang Tol Tegal, tinggal mengarah ke arah selatan menuju Slawi.
Kesimpulannya, Sate Kambing Muda Cempe Lemu adalah destinasi kuliner yang wajib dikunjungi jika kamu sedang melintasi jalur Pantura atau Trans Jawa. Rasanya yang otentik, dagingnya yang empuk, dan penyajian hotplate yang unik menjadikannya salah satu warung sate terbaik di Tegal. Sampai jumpa di review kuliner berikutnya, dan selamat menikmati perjalananmu!



