Halo, Travellers! Kalau bicara soal Jogja, rasanya memori kita bakal langsung melayang ke suasana jalanannya yang santai, orang-orangnya yang ramah, dan tentu saja deretan tempat makannya yang nggak pernah habis buat dijelajahi. Akhir-akhir ini, aku perhatikan tren cafe outdoor Jogja mulai semakin diminati. Banyak tempat nongkrong baru bermunculan dengan konsep ruang terbuka yang menawarkan pemandangan alam, mulai dari area persawahan hingga perbukitan, membuatnya layak disebut sebagai cafe estetik Jogja yang nyaman untuk bersantai.
Rasanya ada kepuasan tersendiri duduk menyesap kopi sambil merasakan angin sepoi-sepoi, menikmati suasana tenang khas tempat nongkrong outdoor Jogja, dan mengabadikan momen di cafe Jogja untuk foto. Tak heran jika banyak tempat kini berlomba menghadirkan konsep cafe instagramable Jogja dengan view alam yang menenangkan. Bukan cuma soal rasa makanan, tapi pengalaman menikmati suasana di cafe outdoor hits Jogja, baik yang berada di pinggir kota maupun dekat alam terbuka, sering kali menjadi alasan kita rela menempuh perjalanan lebih jauh. Berdasarkan beberapa kali perjalananku, rekomendasi cafe outdoor Jogja berikut ini bisa jadi referensi menarik untuk Travellers yang ingin melamun, berfoto, atau sekadar menikmati sore hari dengan lebih santai.
Baca juga : Panduan Santai ke Punthuk Setumbu Magelang: Pengalaman Pertama, Waktu Kedatangan, dan Barang yang Perlu Dibawa
Menghirup Aroma Desa di Kopi Klotok

Rasanya kurang lengkap kalau ke Jogja tapi nggak mampir ke daerah Pakem, salah satu kawasan yang dikenal punya banyak cafe outdoor Jogja dengan suasana alam yang kuat. Di sini ada satu tempat yang sudah sangat populer, yaitu Kopi Klotok. Meski hampir selalu ramai, suasana rumah joglo di tengah persawahan membuatnya sering masuk daftar rekomendasi cafe outdoor Jogja yang wajib dikunjungi. Konsepnya yang sederhana namun estetik menjadikan Kopi Klotok sering disebut sebagai cafe pinggir sawah Jogja sekaligus cafe estetik Jogja yang cocok untuk bersantai dan berfoto santai.
Aku sarankan Travellers datang agak pagi atau sekalian sore hari supaya tidak terlalu panas dan bisa menikmati suasana tenang khas tempat nongkrong outdoor Jogja. Di waktu-waktu ini, cahaya alami yang masuk ke area sawah juga membuat tempat ini ideal sebagai cafe Jogja untuk foto, terutama bagi Travellers yang menyukai nuansa pedesaan yang autentik dan menenangkan.

Daya tarik utamanya menurutku bukan cuma di kopi dan pisang gorengnya yang legendaris itu, tapi pengalaman makan di pinggir sawah menggunakan piring seng. Ada rasa nostalgia yang kuat di sini. Untuk spot foto, area di belakang bangunan utama yang langsung menghadap ke sawah adalah favoritku. Tidak perlu banyak gaya, duduk di kursi kayu dengan latar belakang padi yang menghijau sudah cukup untuk menangkap nuansa pedesaan yang kental.
Baca juga : Kedai Bukit Rhema: Sejarah Dan Cerita Di Balik Layar
Suasana Tenang di Pinggir Sungai Kopi Opak View

Bergeser sedikit ke arah timur, tepatnya di daerah Prambanan, aku menemukan satu tempat yang punya vibe sangat menenangkan, yaitu Kopi Opak View. Sesuai namanya, cafe ini terletak tepat di pinggir Sungai Opak. Yang aku suka dari tempat ini adalah suaranya. Gemericik air sungai dipadukan dengan pepohonan rindang di sekitarnya benar-benar bisa jadi obat stres.
Travellers bisa memilih duduk di area dek kayu yang menjorok ke arah sungai. Kalau beruntung, kita bisa melihat aktivitas warga lokal di sekitar sungai. Spot fotonya menurutku sangat natural. Jembatan kayu dan jalan setapak di area ini sangat pas buat Travellers yang suka dengan konsep foto bertema alam yang “effortless”. Oh iya, kalau ke sini, jangan lupa coba teh poci hangatnya, cocok banget buat menemani suasana syahdu pinggir sungai.
Sentuhan Modern yang Luas di Carney Co.
Kalau Travellers lebih suka suasana yang sedikit lebih modern tapi tetap ingin area terbuka yang luas, Carney Co. bisa jadi pilihan. Lokasinya ada di daerah Condongcatur, jadi nggak terlalu jauh dari pusat kota. Yang pertama kali terlintas di pikiranku saat sampai di sini adalah: luas banget! Bangunannya didominasi warna putih dengan jendela-jendela besar yang memberikan kesan estetik.
Area outdoor-nya berupa halaman rumput yang sangat luas dengan lampu-lampu gantung yang cantik kalau malam tiba. Aku pribadi paling suka duduk di area belakang saat matahari mulai terbenam. Cahaya “golden hour” di sini bagus banget buat ambil foto. Karena tempatnya yang luas, Travellers nggak perlu khawatir merasa sesak meski sedang banyak pengunjung. Tempat ini cocok banget buat sekadar ngobrol santai bareng teman sambil menikmati camilan.
Makan di Tengah Sawah ala Tepi Sawah Eatery
Sepertinya Jogja memang juaranya kalau soal memanfaatkan lahan persawahan menjadi tempat yang estetik. Tepi Sawah Eatery memberikan nuansa yang sedikit mirip dengan suasana di Ubud, Bali. Jembatan kayu panjang yang membelah area persawahan menjadi ikon tersendiri di sini. Aku sempat beberapa kali mengambil foto di jembatan ini, dan hasilnya memang nggak pernah mengecewakan.
Di sini, Travellers bisa memilih duduk di gazebo-gazebo kayu atau area meja terbuka. Menurutku, waktu terbaik datang ke sini adalah saat padi sedang hijau-hijaunya atau justru saat menguning sebelum panen. Suasananya sangat asri dan udara di sini terasa lebih segar karena lokasinya yang cukup jauh dari jalan raya utama. Pengalaman makan di sini terasa sangat tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota.
Melihat Jogja dari Ketinggian di HeHa Sky View
Kalau Travellers ingin melihat pemandangan kota Jogja secara menyeluruh, arahkan kendaraan menuju Gunungkidul. Di sana ada HeHa Sky View yang sudah sangat terkenal dengan konsep teras kacanya. Sejujurnya, tempat ini memang didesain khusus untuk pecinta fotografi. Hampir di setiap sudutnya ada spot foto yang tertata rapi.
Meskipun tiket masuknya berbeda dengan cafe biasa, tapi pemandangan yang ditawarkan sebanding, apalagi saat malam hari ketika lampu-lampu kota Jogja mulai menyala. Aku sarankan datang sekitar jam 4 sore, jadi Travellers bisa dapat dua suasana sekaligus: pemandangan perbukitan saat terang dan kerlap-kerlip lampu kota saat gelap. Jangan lupa pakai baju yang nyaman karena angin di ketinggian seperti ini biasanya cukup kencang.
Keunikan Bebatuan di Obelix Hills
Masih di kawasan perbukitan, tapi dengan karakter yang berbeda, ada Obelix Hills. Yang membuat tempat ini unik bagi aku adalah letaknya yang berada di atas hamparan batuan purba. Pihak pengelola sangat pintar menata tempat duduk di sela-sela bebatuan besar tersebut. Area outdoor-nya sangat luas dengan berbagai tingkatan lantai.
Spot favoritku adalah area tempat duduk bean bag yang menghadap langsung ke arah matahari terbenam. Rasanya luar biasa bisa melihat sunset dari balik perbukitan sambil mendengarkan musik live yang biasanya ada setiap sore. Karena lokasinya yang berada di perbukitan tinggi, akses jalannya cukup menanjak, jadi pastikan kendaraan Travellers dalam kondisi prima ya.
Tips Menikmati Waktu di Cafe Outdoor Jogja
Setelah mengunjungi beberapa tempat tadi, aku punya sedikit tips buat Travellers. Pertama, selalu cek prakiraan cuaca. Karena konsepnya outdoor, hujan tentu bakal sedikit mengganggu rencana kita untuk berfoto atau sekadar duduk santai. Kedua, kalau ingin mencari ketenangan, usahakan datang di hari biasa (weekday) karena saat akhir pekan, tempat-tempat ini biasanya akan sangat ramai pengunjung.
Ketiga, jangan lupa bawa lotion anti nyamuk, terutama kalau Travellers berkunjung ke cafe yang dekat dengan sawah atau sungai pada sore hari. Terakhir, meski tujuan kita adalah berfoto untuk kenang-kenangan di media sosial, jangan lupa untuk benar-benar menikmati momennya. Kadang kita terlalu sibuk mencari sudut foto terbaik sampai lupa menikmati aroma kopi atau suara alam yang ada di depan mata.
Jogja selalu punya cara untuk membuat kita merasa tenang, entah itu lewat makanan sederhananya atau melalui sudut-sudut cafenya yang punya cerita. Semoga rekomendasi singkat dari pengalamanku ini bisa membantu Travellers menentukan tujuan jalan-jalan berikutnya. Sampai jumpa di sudut Jogja lainnya!



