Magelang selalu punya cara sendiri untuk membuat orang ingin berhenti sejenak. Bukan hanya karena Candi Borobudur yang megah, tapi juga karena lanskap perbukitan, udara yang relatif sejuk, dan tempat-tempat unik yang lahir dari cerita panjang. Salah satunya adalah bukit rhema gereja ayam kurahan kembanglimus kabupaten magelang jawa tengah.
Kalau kamu suka wisata yang tidak sekadar foto-foto, tapi juga punya cerita dan suasana yang menenangkan, Bukit Rhema adalah tempat yang menarik untuk disinggahi.
Saya datang ke sini tanpa ekspektasi berlebihan. Justru itu yang membuat pengalaman di Bukit Rhema terasa hangat dan membekas.
Baca Juga: Kedai Bukit Rhema
Apa Itu Bukit Rhema?

Bukit Rhema adalah sebuah kawasan wisata yang dikenal luas karena bangunan unik berbentuk burung merpati yang sering disebut “Gereja Ayam”. Namun ketika kamu sudah berada di lokasi, sebutan itu terasa kurang tepat. Bangunan ini sebenarnya tidak dibangun sebagai gereja khusus umat tertentu, melainkan sebagai rumah doa untuk semua bangsa.
Saat berjalan mendekat, kesan pertama bukan “aneh”, tapi justru tenang. Bangunannya berdiri di tengah perbukitan, dikelilingi pepohonan, dengan suasana yang cenderung hening. Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk berfoto, tapi juga untuk menikmati momen diam—sesuatu yang cukup langka di tempat wisata populer.
Dimana Lokasi Bukit Rhema? – Bukit Rhema Magelang
Bukit Rhema terletak di Dusun Kurahan, Desa Kembanglimus, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Lokasinya tidak jauh dari kawasan Borobudur, sehingga sering digabungkan dalam satu rute perjalanan.
Dari pusat Kota Magelang atau dari area Borobudur, jaraknya relatif dekat, namun jalannya mulai menyempit ketika mendekati lokasi. Justru di situlah daya tariknya—kamu perlahan meninggalkan keramaian dan masuk ke area yang lebih sunyi.
Kapan Bukit Rhema Berdiri? – Bukit Rhema Magelang

Pembangunan Bukit Rhema dimulai pada awal tahun 1990-an. Ide awalnya muncul dari pengalaman spiritual pribadi sang pendiri, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk bangunan doa di atas bukit.
Proses pembangunannya tidak singkat dan sempat terhenti cukup lama. Baru bertahun-tahun kemudian, tempat ini mulai dikenal luas oleh publik dan akhirnya dibuka sebagai destinasi wisata yang bisa dikunjungi siapa saja.
Cerita panjang inilah yang membuat Bukit Rhema terasa “hidup”, bukan sekadar bangunan unik tanpa konteks.
Kapan Waktu Terbaik Berkunjung ke Bukit Rhema? – Bukit Rhema Magelang

Waktu kunjungan sangat memengaruhi pengalamanmu di Bukit Rhema.
- Pagi hari (sekitar 05.30–08.00)
Cocok kalau kamu ingin menikmati udara segar dan suasana tenang. Saat cuaca cerah, area perbukitan di sekitarnya terlihat sangat indah, dan banyak pengunjung datang untuk menikmati matahari terbit. - Sore hari (sekitar 15.30–17.30)
Pilihan yang pas kalau kamu tidak ingin terlalu pagi. Cahaya sore membuat bangunan terlihat lebih lembut, dan suasananya cenderung lebih santai.
Kalau kamu kurang suka keramaian, sebaiknya hindari akhir pekan atau hari libur panjang. Bukit Rhema tetap nyaman dikunjungi, tapi nuansanya tentu berbeda saat pengunjung membludak.
Bagaimana Akses Menuju Lokasi? – Bukit Rhema Magelang
Untuk menuju bukit rhema gereja ayam kurhttps://youtu.be/YtUahb1DYkA?si=VPEI_89JWviHbZbgahan kembanglimus kabupaten magelang jawa tengah, kendaraan pribadi hanya bisa sampai area parkir tertentu. Dari sana, kamu punya dua pilihan:
- Jalan kaki
Cocok buat kamu yang ingin pelan-pelan menikmati suasana desa dan perbukitan. Jalurnya menanjak tapi masih cukup bersahabat. - Naik shuttle jeep
Pilihan praktis, terutama kalau datang bersama keluarga atau tidak ingin terlalu lelah. Perjalanan singkat ini justru jadi pengalaman tersendiri karena melewati jalan kecil dengan pemandangan hijau di kanan-kiri.
Akses ini memang sedikit “ribet”, tapi justru itulah yang membuat Bukit Rhema terasa berbeda dari wisata mainstream.
Berapa Tiket Masuk ke Bukit Rhema? – Bukit Rhema Magelang

Harga tiket masuk Bukit Rhema tergolong terjangkau dan biasanya sudah termasuk akses ke area bangunan utama. Ada tambahan biaya jika kamu menggunakan shuttle jeep dari area parkir.
Menurut saya, tiket yang dibayarkan cukup sepadan dengan pengalaman yang didapat—bukan karena fasilitas mewah, tapi karena suasana dan cerita yang menyertainya.
Sejarah Singkat Bukit Rhema – Bukit Rhema Magelang
Sejarah Bukit Rhema tidak bisa dilepaskan dari nilai spiritual dan pesan perdamaian. Bangunan berbentuk burung merpati dipilih sebagai simbol kasih dan harapan, bukan sebagai ikon agama tertentu.
Di dalamnya, kamu akan menemukan ruang-ruang dengan pesan moral, refleksi hidup, dan ajakan untuk saling menghargai. Banyak pengunjung yang awalnya datang karena penasaran, lalu pulang dengan perasaan lebih tenang.
Bukit Rhema kemudian dikenal luas setelah muncul di berbagai liputan media dan film, yang membuatnya semakin ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.
Baca Juga: Menjelajah Svargabumi: Panduan OOTD dan Sudut Foto Estetik di Tengah Sawah Borobudur
Tips Singkat Sebelum Berkunjung – Bukit Rhema Magelang
- Gunakan alas kaki yang nyaman karena jalurnya menanjak
- Datang pagi atau sore untuk suasana yang lebih adem
- Jangan terburu-buru—luangkan waktu untuk duduk dan menikmati sekitar
- Cocok untuk kamu yang suka wisata reflektif, jalan santai, atau datang bersama keluarga
FAQ – Pertanyaan Yang Sering Muncul
Bukit Rhema itu gereja atau tempat ibadah tertentu?
Bukit Rhema dikenal sebagai “Gereja Ayam”, tapi konsep awalnya adalah rumah doa untuk semua bangsa (tempat refleksi/doa yang terbuka untuk siapa saja), bukan gereja untuk satu denominasi tertentu.
Bukit Rhema ada di mana tepatnya?
Bukit Rhema berada di Dusun Kurahan, Desa Kembanglimus, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tidak jauh dari kawasan Borobudur.
Apakah mobil pribadi bisa sampai bangunan “Gereja Ayam”?
Umumnya mobil pribadi hanya bisa sampai area parkir. Dari sana kamu melanjutkan dengan jalan kaki atau menggunakan shuttle jeep (opsi tergantung kebijakan operasional setempat).
Kapan waktu terbaik berkunjung ke Bukit Rhema agar dapat suasana bagus dan tidak terlalu ramai?
Paling nyaman biasanya pagi (udara sejuk, suasana lebih hening, kemungkinan view bagus saat cuaca cerah) atau sore (cahaya lembut). Jika ingin lebih sepi, coba hari kerja di luar musim liburan.
Apa saja yang bisa dilakukan di Bukit Rhema selain foto?
Selain foto, banyak orang datang untuk menikmati panorama perbukitan, jalan santai, dan refleksi di area bangunan yang berisi pesan-pesan kehidupan. Cocok untuk yang ingin wisata dengan tempo lebih pelan.
Bukit Rhema Magelang

Bukit Rhema bukan tipe tempat wisata yang menuntut kamu untuk terus bergerak atau mengejar spot foto. Ia lebih cocok untuk kamu yang ingin berhenti sejenak, menarik napas, dan menikmati suasana Magelang dari sudut yang berbeda.
Kalau kamu sedang merencanakan perjalanan ke Magelang dan ingin merasakan sisi yang lebih tenang dan penuh cerita, bukit rhema gereja ayam kurahan kembanglimus kabupaten magelang jawa tengah bisa jadi salah satu persinggahan yang berkesan—tanpa perlu dipaksakan.



