HomeMakanan Enak5 Tempat Makan untuk Buka Puasa dengan Nuansa Alam Di Magelang

5 Tempat Makan untuk Buka Puasa dengan Nuansa Alam Di Magelang

Bulan Ramadan di sekitar Magelang selalu punya daya tarik tersendiri buat aku. Udaranya yang sedikit lebih sejuk dibanding kota besar, ditambah siluet perbukitan Menoreh yang memanjang, rasanya membuat momen menunggu berbuka atau yang sering kita sebut ngabuburit jadi lebih syahdu. Bagi Travellers yang sedang mencari tempat makan untuk buka puasa di kawasan wisata, area sekitar Borobudur bisa jadi pilihan menarik karena suasananya yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota.

Kalau Travellers sedang berada di sekitar kawasan Candi Borobudur, jangan hanya terpaku pada candinya saja. Di sekelilingnya ada banyak pilihan tempat makan buka puasa Borobudur yang menawarkan pemandangan alam terbuka, hamparan sawah, hingga view perbukitan yang cantik saat matahari mulai terbenam. Inilah yang membuat pengalaman berbuka terasa lebih berkesan, bukan hanya soal rasa, tapi juga suasana.

Beberapa waktu lalu, aku sempat berkeliling mencari tempat makan Ramadan Borobudur yang pas untuk membatalkan puasa. Bukan sekadar soal menu makanannya, tapi lebih ke arah atmosfernya. Bagiku, menyaksikan transisi langit dari biru ke jingga sambil duduk santai di tengah alam terbuka adalah cara terbaik untuk mengapresiasi hari. Karena itu, kali ini aku ingin berbagi beberapa rekomendasi tempat yang menurutku punya kombinasi pas antara kuliner, kenyamanan, dan panorama alam di sekitar Borobudur.

Baca juga : Review Es Dawet Durian BarBar Magelang: Porsi Melimpah!

Kedai Bukit Rhema

tempat makan untuk buka puasa borobudur
Kedai Bukit Rhema

Tempat pertama yang ingin aku ceritakan sebagai referensi wisata kuliner Ramadan Magelang adalah Kedai Bukit Rhema. Travellers mungkin lebih mengenal kawasan ini karena Gereja Ayam yang ikonik. Namun menurutku, kedainya sendiri justru punya daya tarik tersendiri, terutama bagi kamu yang sedang mencari spot bukber Borobudur dengan suasana tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota. Terletak di area perbukitan, tempat ini sering menjadi pilihan favorit untuk ngabuburit Borobudur sambil menikmati semilir angin sore dan panorama alam Perbukitan Menoreh. Jika beruntung, dari kejauhan kita juga bisa melihat siluet Candi Borobudur yang perlahan diselimuti kabut tipis menjelang azan Magrib—menciptakan suasana syahdu yang pas untuk menutup hari puasa dengan pengalaman wisata kuliner Ramadan Magelang yang berkesan.

tempat makan untuk buka puasa borobudur
Kedai Bukit Rhema

Pengalamanku berbuka di cafe untuk buka puasa ini terasa cukup berkesan. Berlokasi sebagai salah satu resto Borobudur pemandangan alam, udara sore yang sejuk benar-benar membuat momen bukber Borobudur terasa lebih santai dan intim. Untuk menu berbuka, mereka menyediakan paket-paket sederhana yang praktis dan cocok dinikmati bersama keluarga atau teman. Salah satu yang paling aku ingat adalah camilan singkong goreng khas mereka yang disebut Latela. Teksturnya empuk, gurih, dan sangat pas untuk membatalkan puasa sebelum lanjut ke hidangan utama. Duduk santai sambil menyesap teh hangat ketika azan Maghrib berkumandang, dengan latar alam Borobudur yang menenangkan, benar-benar memberikan rasa tenang yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Baca Juga :  REVIEW FARMHOUSE LEMBANG WISATA DI BANDUNG HARGA TIKET LOKASI DAN FASILITASNYA

Nalendro Cafe

Kalau Travellers lebih suka suasana yang terasa seperti di kebun pribadi yang luas, Nalendro Cafe bisa jadi pilihan yang menarik untuk wisata kuliner Ramadan Magelang. Lokasinya tidak terlalu jauh dari kawasan utama Borobudur, namun suasananya terasa cukup privat dan tenang. Yang aku suka dari tempat ini adalah tata ruangnya yang banyak memanfaatkan area terbuka hijau. Deretan pohon rindang membuat suasana tetap sejuk, cocok untuk menunggu waktu berbuka meskipun matahari belum benar-benar tenggelam.

Menu yang ditawarkan di sini cukup beragam, mulai dari makanan nusantara hingga beberapa pilihan menu ala barat. Aku sempat mencoba beberapa hidangan lokalnya yang disajikan dengan presentasi yang cantik. Tempat ini juga sangat ramah keluarga, jadi kalau Travellers datang membawa rombongan atau anak kecil, mereka punya ruang yang cukup luas untuk berlarian sementara kita menunggu waktu berbuka. Nilai tambahnya adalah estetika bangunannya yang punya sentuhan klasik, sangat cocok untuk sekadar berfoto santai sebelum makan.

Flow Skyland Cafe & Eatery

Beralih ke tempat yang sedikit lebih modern namun tetap “menyatu” dengan alam, ada Flow Skyland Cafe & Eatery. Tempat ini punya konsep yang lebih ke arah cafe kontemporer dengan dinding-dinding kaca besar. Kenapa aku merekomendasikan ini untuk buka puasa? Karena lokasinya yang berada di posisi agak tinggi memungkinkan kita mendapatkan pemandangan 360 derajat ke arah pegunungan dan lembah di sekitarnya.

Saat aku berkunjung, aku merasa tempat ini sangat cocok untuk Travellers yang ingin merasakan suasana “skyland”. Anginnya cukup kencang, jadi jangan lupa bawa jaket tipis ya. Pilihan makanannya cukup variatif, dari snack ringan hingga makanan berat yang cukup mengenyangkan. Menghabiskan waktu ngabuburit di sini sambil melihat lampu-lampu desa di bawah mulai menyala satu per satu adalah pengalaman yang sangat manis untuk menutup hari puasa kita.

Baca Juga :  Cafe Hip dan Instagrammable di Tangerang yang Wajib Dikunjungi

Truntum Gasblock Borobudur

Nah, kalau tempat yang satu ini belakangan memang sedang cukup populer. Truntum Gasblock menawarkan pemandangan yang menurutku sangat unik. Bayangkan sebuah restoran dengan desain industrial modern yang diletakkan tepat di pinggir hamparan sawah yang luas, dengan latar belakang perbukitan Menoreh yang menjulang. Ikon pipa kuning besar di area ini menjadi ciri khas tersendiri yang sering jadi objek foto.

Momen buka puasa di sini terasa sangat dinamis. Aku menyarankan untuk mengambil posisi duduk di area outdoor agar bisa merasakan langsung hembusan angin sawah. Pilihan menunya didominasi oleh masakan Indonesia dengan rasa yang akrab di lidah. Karena tempat ini cukup luas, suasananya jadi terasa ramai namun tetap nyaman. Melihat matahari perlahan turun di balik bukit sambil menunggu pesanan datang adalah momen favoritku di Truntum.

D’WANU Resto Borobudur

Terakhir, ada D’WANU Resto yang menurutku punya nuansa tradisional yang sangat kental. Restoran ini didominasi oleh material kayu dan bambu, memberikan kesan hangat seperti sedang makan di rumah nenek di desa. Lokasinya pun dikelilingi oleh pepohonan dan dekat dengan area persawahan, sehingga suara jangkrik dan alam akan menemani momen makan malam Travellers.

Aku sangat merekomendasikan tempat ini bagi yang mencari suasana tenang dan tidak terlalu bising. Makanannya terasa sangat otentik, terutama olahan sayur dan lauk pauk tradisionalnya. Buatku, D’WANU adalah tempat di mana kita bisa benar-benar menikmati makanan dan percakapan tanpa terburu-buru. Setelah seharian menahan lapar, makan di tempat yang tenang seperti ini rasanya seperti memberikan apresiasi lebih pada diri sendiri.

Tips Menikmati Waktu Berbuka di Sekitar Borobudur

tempat makan untuk buka puasa borobudur
Kedai Bukit Rhema

Sebelum Travellers berangkat ke salah satu tempat di atas, aku punya sedikit tips berdasarkan pengalamanku. Karena bulan Ramadan biasanya membuat tempat-tempat dengan pemandangan bagus seperti ini cepat penuh, ada baiknya melakukan reservasi terlebih dahulu, minimal satu hari sebelumnya. Ini penting supaya Travellers tidak kehabisan meja, terutama jika ingin duduk di area yang punya pemandangan langsung ke luar.

Selain itu, jangan lupa untuk datang sedikit lebih awal, sekitar jam 16.30 atau 17.00. Waktu-waktu ini adalah saat terbaik untuk menikmati “golden hour” di Magelang. Membawa kamera atau sekadar menyiapkan ponsel dengan baterai penuh juga wajib, karena pemandangan alam di sekitar Borobudur saat senja benar-benar sayang kalau dilewatkan begitu saja. Semoga rekomendasi ini membantu Travellers menentukan tempat yang pas untuk berbagi kehangatan di bulan suci ini.

Keep exploring...

Panduan Santai ke Punthuk Setumbu Magelang: Pengalaman Pertama, Waktu Kedatangan, dan Barang yang Perlu Dibawa

Halo Travellers, apa kabarnya? Semoga rencana perjalanan kalian selalu menyenangkan, ya. Kali ini aku ingin berbagi sedikit cerita dan pengalaman saat pertama kali memutuskan...

Menilik Manisnya Getuk Trio: Ikon Makanan Khas Magelang yang Lembut dan Legendaris

Getuk Trio adalah makanan khas Magelang yang legendaris berbahan singkong dengan tekstur lembut dan rasa manis legit.

Places to travel

Gereja Ayam bukit rhema 2024

Gereja Ayam

Bukit Rhema Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
Rp 25.000,-
Wanawatu

Wanawatu

Sumberwatu, Sambirejo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55572
Rp 50K - Rp 150K

Kedai Bukit Rhema

Bukit Rhema Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
Rp 10K - Rp 100K

Related Articles

Panduan Santai ke Punthuk Setumbu Magelang: Pengalaman Pertama, Waktu Kedatangan, dan Barang yang Perlu Dibawa

Halo Travellers, apa kabarnya? Semoga rencana perjalanan kalian selalu menyenangkan, ya. Kali ini aku...

Menilik Manisnya Getuk Trio: Ikon Makanan Khas Magelang yang Lembut dan Legendaris

Getuk Trio adalah makanan khas Magelang yang legendaris berbahan singkong dengan tekstur lembut dan rasa manis legit.

Bosan Empal Gentong? Coba Sentosa Seafood Cirebon yang Lezat!

Perjalanan Pulang yang Berkesan: Dari Jogja Menuju CirebonMelakukan perjalanan darat atau road trip dari...

Transit Seru di Rest Area Pekalongan: Ngopi Cantik di Starbucks

Perjalanan Panjang dari Jogja Menuju IbukotaMemulai perjalanan jauh dari Yogyakarta menuju Jakarta selalu memberikan...

Transit di Rest Area Pekalongan: Ngopi Cantik di Starbucks

Menikmati Perjalanan Darat: Dari Jogja Menuju Ibu Kota Halo, teman-teman pembaca setia! Apa kabarnya hari...

Berburu Batik Pasar Klewer Solo: Tips Menawar & Review Lengkap

Menjelajah Keajaiban Batik Pasar Klewer Setelah Kenyang di Soto Gading Solo atau Surakarta selalu punya...

Berburu Batik di Pasar Klewer Solo: Tips & Review Lengkap

Menjelajahi Surga Tekstil di Jantung Kota Solo Halo Sahabat Travellers! Apa kabar kamu hari ini?...

Review Soto Gading Solo: Nikmatnya Sarapan Legendaris di Solo

Perjalanan Pagi Demi Semangkuk Kehangatan di Solo Ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa sarapan adalah...